Klonthong App: Hadirkan Analisis Data Canggih ke Warung Kelontong di Ajang Krenova 2025

Di sebuah ruangan yang sarat dengan atmosfer inovasi dan ekspektasi, nasib sebuah gagasan besar dipertaruhkan. Pada hari Jumat, 3 Oktober 2025, di hadapan panel verifikator ahli dari Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Banyumas, dua sosok penuh semangat dari PT Gedhe Ultimate Innovation (GUI) bersiap untuk sebuah momen krusial.

Mereka adalah Yossy Suparyo, sang Direktur, dan Triadi Widianto, Manajer ICT. Dalam rentang waktu 60 menit yang menentukan, mereka tidak hanya mempresentasikan sebuah produk, tetapi juga sebuah visi untuk merevolusi tulang punggung ekonomi lokal: aplikasi intelijen bisnis bernama Klonthong App.

Ini bukanlah presentasi bisnis biasa; ini adalah babak penentuan dalam Kompetisi Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2025, sebuah ajang bergengsi yang menjadi panggung bagi para inovator terbaik di Banyumas. Di pundak Yossy dan Triadi, ada harapan untuk membawa toko kelontong dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memasuki era digital, bukan sebagai korban, melainkan sebagai pemain yang berdaya.

Yossy Suparyo memulai presentasi dengan memaparkan sebuah realita yang seringkali luput dari perhatian. Ia melukiskan gambaran tentang pemilik warung tradisional yang setiap hari berjuang mengandalkan intuisi. Mereka dihadapkan pada tumpukan barang yang pergerakannya lambat, kebingungan saat stok barang terlaris tiba-tiba habis, dan ketidakmampuan untuk memahami mengapa pelanggan memilih produk A daripada produk B.

“Inilah celah yang ingin diisi oleh Klonthong App. Aplikasi ini dirancang sebagai solusi business intelligence untuk membantu para pelaku usaha ritel, terutama toko kelontong dan UMKM, dalam menganalisis data penjualan, mengelola stok, dan memahami pola belanja pelanggan untuk pengambilan keputusan yang lebih strategis,” papar Yossy dengan suara yang mantap.

Ia menjelaskan bahwa setiap transaksi yang dicatat bukan lagi sekadar angka mati, melainkan menjadi sumber wawasan. Klonthong App, lanjutnya, mampu mengubah data mentah tersebut menjadi grafik yang mudah dipahami, menunjukkan jam-jam puncak penjualan, produk paling laris, hingga kombinasi produk yang sering dibeli bersamaan.

Untuk membuktikannya, Triadi Widianto mengambil alih sesi dengan demonstrasi produk secara langsung. Di layar proyektor, antarmuka Klonthong App yang bersih dan intuitif ditampilkan. Triadi menunjukkan bagaimana seorang pemilik toko dapat dengan mudah melihat laporan penjualan harian, mingguan, atau bulanan hanya dengan beberapa ketukan jari.

Ia mensimulasikan bagaimana sistem akan memberikan notifikasi otomatis ketika stok sabun mandi merek tertentu menipis, atau bagaimana aplikasi dapat mengidentifikasi produk biskuit yang sudah tiga bulan tidak bergerak dari rak.

Sesi tanya jawab pun berlangsung intens. Para verifikator yang terdiri dari akademisi, praktisi bisnis, dan pejabat pemerintah, menguji gagasan ini dari berbagai sudut: keamanan data, kemudahan adopsi bagi pengguna awam teknologi, hingga model bisnis yang berkelanjutan.

Setelah sesi berakhir, Triadi Widianto menegaskan kembali misi di balik inovasi mereka. “Kami ingin warung dan toko kelontong tradisional naik kelas,” ujarnya.

“Di tengah gempuran ritel modern dan tantangan digital, mereka butuh alat yang setara untuk bersaing. Dengan analisis data yang kami tawarkan, mereka bisa meningkatkan efisiensi dan omzet. Partisipasi di Krenova ini adalah langkah kami untuk memvalidasi bahwa inovasi ini benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat.” lanjutnya.

Krenova, sebagai acara tahunan Bappedalitbang, memang bertujuan untuk menjaring inovasi-inovasi yang berdampak nyata. Uji verifikasi ini lebih dari sekadar formalitas; ia adalah saringan ketat untuk memastikan bahwa hanya gagasan orisinal, aplikatif, dan bermanfaat yang layak mendapatkan pengakuan dan dukungan.

Kini, setelah satu jam presentasi yang padat, tim PT GUI telah menanam benih gagasan mereka. Hasil dari uji verifikasi ini akan menentukan apakah Klonthong App dapat melaju ke tahap selanjutnya, selangkah lebih dekat untuk dinobatkan sebagai juara Krenova 2025 dan, yang lebih penting, untuk benar-benar memberdayakan ribuan UMKM di Banyumas.

Penulis

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *