Desa Cihonje Kembangkan Peternakan Cerdas dengan Dukungan IoT dan Ekonomi Sirkular

Desa Cihonje di Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, kini tengah mengembangkan model peternakan cerdas melalui penerapan teknologi Internet of Things (IoT) dan prinsip ekonomi sirkular. Inisiatif yang berfokus pada Kelompok Tani Ternak Tunas Mukti ini dirancang untuk memodernisasi sektor peternakan kambing, yang merupakan salah satu potensi unggulan daerah.

Program ini diinisiasi untuk menjawab sejumlah tantangan yang selama ini dihadapi para peternak, seperti metode produksi yang masih tradisional, minimnya vaksinasi dan pemantauan kesehatan ternak, serta ketergantungan tinggi pada tengkulak yang membuat harga jual tidak stabil.

Kepala Desa Cihonje, Sarnoto, menyatakan bahwa inovasi ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan warganya. “Selama ini, peternak kami masih bergantung pada cara-cara konvensional. Dengan sentuhan teknologi dan penerapan ekonomi sirkular, kami berharap dapat meningkatkan efisiensi, nilai tambah produk, dan yang terpenting, pendapatan para peternak,” ujar Sarnoto.

Melalui program ini, teknologi IoT diterapkan untuk memantau kesehatan, bobot, dan pertumbuhan kambing secara digital. Sistem ini memungkinkan pencatatan data secara akurat dan real-time, membantu peternak mengambil keputusan yang lebih baik.

Peneliti dari Universitas Telkom, Arik Cahya Wardhana, menjelaskan detail teknis dari inovasi tersebut. “Teknologi IoT yang kami implementasikan memungkinkan setiap ternak memiliki rekam jejak digital. Selain itu, kami mengintegrasikannya dengan konsep ekonomi sirkular, di mana limbah ternak diolah menjadi pupuk organik berkualitas untuk dimanfaatkan oleh Kelompok Tani Pertanian Sidamukti 2. Ini menciptakan siklus produksi yang ramah lingkungan dan saling mendukung,” jelas Arik.

Ketua Kelompok Tani Ternak Tunas Mukti, Warseno, menyambut baik program ini. Menurutnya, digitalisasi dan pengolahan limbah menjadi solusi atas masalah yang selama ini mereka hadapi.

“Kami sangat antusias. Dulu semua serba manual dan perkiraan. Dengan pencatatan digital, kami bisa lebih presisi dalam merawat ternak. Harapannya, program ini dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan kami hingga 20-30 persen, sekaligus menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor ini,” ungkap Warseno.

Direktur Gedhe Nusantara, Yossy Suparyo, menambahkan bahwa Desa Cihonje memiliki peran penting dalam peta ekonomi hijau regional. “Desa Cihonje memiliki potensi strategis, apalagi Kabupaten Banyumas telah menetapkan kambing perah sebagai salah satu produk unggulan. Program ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga membangun model desa hijau yang mandiri dan berdaya saing, yang nantinya dapat direplikasi di tempat lain,” tutup Yossy.

Melalui sinergi antara teknologi, pengelolaan lingkungan, dan penguatan sumber daya manusia, program peternakan cerdas ini diharapkan dapat menjadikan Desa Cihonje sebagai sentra bibit kambing unggul yang modern dan berkelanjutan.

Penulis

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *